Total tayangan kami..

Jumat, 05 Agustus 2011

Tentang OMK LISATHORA - Jatimulyo

Pengunjung awal

Sebelum tahun 1987, Umat Katolik Jatimulyo tergabung dalam satu lingkungan yaitu Lingkungan St. Paulus jatimulyo (Umat Katholik se-Rukun Kampung Jatimulyo). Mudikanya sangat “grengseng” dan penuh dinamika dalam setiap kegiatan. Jumlah mudika cukup banyak, setiap event Natal dan Paskah selalu saja ada kegiatan untuk memeriakan moment tersebut,ntah Natalan, pentas seni, bakti social,rekreasi bersama, kunjungan mudika paroki lain, sampai sekedar ‘mbelbu’ bareng dll. Setiap bulan juga ada pertemuan rutin yang diisi dengan berbagai kegiatan (dinamika kelompo, arisan,dll) untuk ajang komunikasih antara mudika. Bahkan kala itu juga ada perpustakaan mudika yang mengelolah adalah mbak Antik  yang saat itu sebagai ketua mudika (Sekarang ka Mudika Lisathora), dengan meminjam tempat di rumah Bpk. HMR Soemarjo. (Mas Nuh;2008) Ketika lingkungan dimekar menjadi tiga lingkungan mudika pun ikut terbagi. Awalnya menimbulkan  protes akan hal tersebut dari kalangan mudika, tetapi itu semua tidak bisa mengubah keputusan.
Kaos pertama OMK Lisathora
Lingkungan tetap dibagi menjadi tiga,untuk memupus kekecewaan kegiatan  mudika jatimulyo tetap tetap berlangsung jadi satu kegiatan, dan tetap ‘grengseng’ yang tergabung dalam nama Mudika  ALPAMAS (Alfonsus-Paulus-Thomas). Saat itu menerbitkan majalah sederhana”ALPAMAS News Letter” (dikoordinir Mas Edi Tanto) sebagai media komunikasih antar mudika se-Jatimulyo. Masing- masing ketua mudika menjadi coordinator bagi anggotanya di lingkunga masing-masing untuk kegiatan bersama. Tetapi karena lingkungan-lingkungan yang baru saja terbentuk juga penanganan dan pembenahan, lama-lama kegiatan bersama menjadi terbengkelai dan mudika lebih focus ke lingkungan masing-masing.
Lingkungan St. Thomas, awal berdiri adalah lingkungan yang paling kecil jumlah KK begitu juga mudikanya dibanding dua lingkungan lainnya. Walaupun mudikanya tidak sebanding dengan lingkungan lain tetapi “mentes”, meski jumlah umatnya sedikit, namun sebagian besar umat (orang tua dan mudika) mau terlibat dan mampu menjadi “garam” dalam setiap kegiatan dan aktifitas tingkat lingkungan maupun tingkat paroki sampai sekarang. Keterlibatan mudika antaralain, ketua dan pengurus pemuda paroki “PALMA” (ketua mbak Tiwik,1988-1991), ketua  majalah paroki “ALMA” (Mas Didit/Edi Tanto,1985-1988), ketua Putra Altar se- DIY dan pengurus PA. St. Cristopher  (mas Momok, 1985-1990), ketua senates dan ketua presidium Legio Maria Yunior maupun senior (Mas Nugroho), pendamping team choice (mbak Tiwi, 1990-2004), pencetus  berdirinya komunitas Athokhia; Mas Nugroho dan mbak Tiwi bersama mas Wignya dan mas Embong (Lingk. Blunyah), pencetus dan mangurusi selebaran panduan misa mingguan di paroki, team TTI/PIA Paroki (mbak Dewi, 1986-1996), team PIA  Paroki (mas Tete, mas Bowo, mbak Arum 2007- sekarang), team Lektor Paroki: (Mbak Visca, mbak Vita; 2007 dan Mas Bowo, Ima, Dana, Jenice…sekarang) dll.

Mas Wowok dan rekan2  tempo dulu
Kegiatan yang pernah diadakan menjadi moment yang tak terlupakan bagi mudika disetiap angkatan. Pada babak pertama perjalanan panjang mudika lingkungan St. Thomas di bangun dengan adanya kegiatan setiap Minggu membuat ”ALPAMAS News Letter” sebagai media komunikasih mudika ALPAMAS. Begitu juga mengetau kalau lingkungan ini paling kecil dan jumlah umatnya, mas Toto sebagai ketua mudika angkatan pertama lebih mengarahkan aktivitas mudika di paroki dan mudika ALPAMAS yang sifatnya rutin. Kegitan rutin di paroki seperti jaga parkir, tugas koor dan pendampingan PIA. Kemudian diteruskan pada masa angkatan berikutnya dan dibumbuhi aktivitas-aktivitas mudika lingkungan dengan mudika Paroki  sendiri sampai pertemuan dengan mudika dari paroki lain, seperti mengisi operette Natal pada perayaan Natal bersama untuk umat Katholik dan Kristen Jawa Jatimulyo di balai serbaguna jatimulyo. Dalam kegiatan tingkat Paroki, juga pernah menjuarai: Lombah Cerdas Cermat Kitab Suci, Lombah Paduan suara/koor tingkat paroki, mengisi pameran Expo Hari Paroki, dll

Mas Momok
 Setelah mas Nuh disibukan dengan kegiatan lain. Lalu angkatan ketiga di ketuai oleh mas Momok (Jatiatmo). Kegiatan tidak jauh beda, namun pesta nama lingkungan St. Thomas  bulan Juli (1992), mudika mampu tampil beda, membuat event dan menjadi panitia lomba melukis tingkat SD se-DIY memperebut tropi KGR Hemas dan tabungan Danamon bekerja sama dengan Putromulyo serta penyelanggara pentas wayang kartun. Walaupun demikian meninggalkan pula pengalaman pahit bagi anggkatan mas Momok hanya kurang komunikasi dan koordinasi dengan orang tua sehingga adaketegangan yang menjadi pelajaran berharga. Berkat pengalaman kepanitian tersebut (Oktober;1992), Romo YB Mangung Wijaya Pr (Alm) mengajak beberapa mudika St. Thomas untuk turut membantu menjadi panitia lomba “Mengubah Barang Bekas Menjadi Barang Jadi antar SD se-DIY” yang diselenggarakan oleh Yayasan Dinamika Edukasi Dasar (DED). Pada masa itu muncul pula julukan “LISATHORA” untuk Lingkungan Santo Thomas Rasul – Jatimulyo. Setiap angkatan memiliki ciri khasnya
Mas Verry
masing-masing dengan zamannya dan stuasi saat itu. Maka kegiatan pun bervariasi, mulai dari aktivitas Solidaritas, rekoleksi sampai Penziarahan, dengan tidak menyampingkan kegiatan pelayanan di paroki. 

Sehabis mas Wowok dan kawan-kawan, dilanjutkan  mas Ade. Mudika Lisathora memasuki zaman kegelapan. Semua serba tidak jelas hingga mudika Lisathora tidur dalam kerasnya malam. Entah mimpi-mimpi mau dibawa kemana, karena ketuanya ikut turun kecanca pergolakan politik saat itu. Mudika Lisathora yang bisa bersandarkan altar diajak melek politik ala Katholik. Akhirnya tidak ada yang melek, jadi tertidur dalam kebisingan demonstrasi. Hanya beberapa yang masih beraktivitas kecil-kecilan, lalu terbentuk tiga serangkai (mas Wawan,Cik Tissa, mbak Ervina) sebagai masa transisi membangunkan mudika Lisathora. Petra-putri muda khatolik mulai menyatu di bawa naungan Santo Thomas walaupun tertatih-tatih. Akhirnya memasuki tahun millennium mudika melakukan bakti social
Mas Rio
ke asrama St. Thomas Ngawen, Gunung Kidul yang didukung  Pak Lingga. Pada tahun berikutnya bersama mas Rio kembali lagi bertempur membangun mudika walaupun tersendat sebentar tetapi mudika tampil lagi dengan kaos merah yang  membakar semangat teman-teman untuk bersatu membuktikan keberadaan mudika Lisathora yang sesungguhnya dan berziarah. Bagaikan kepompong yang baru keluar pertapaannya menghiasi generasi berikutnya. Mudika Lisathora kembali melangkah dengan pasti, walau generasi baru lahir dua bulan sudah melakukan aksi Sosial kepada sahabat-sahabat SMKN2  Bantul yang terkena gempa Jogja dan bulan Juni di Somohitan. Untuk membuat rasa kekeluargaan  antar mudika dan pelayanan mudika  Lisathora, Weekend pun di
Sepi
adakan; Sex Edukation dari BKKBN; Achievement Motivation Training oleh Mr. Gobbin didukung Pak Lingga sampai acara bakar-bakar Jagung,Valentain,Ziarah,wisata alam, doa taize dan tidak lupa juga parkir gereja, tugas koor dll. Di sini pun juga tidak terlepas dari konflik horizontal antar mudika Lisathora dengan teman pengurus mudika BECAK ALPAMAS namun syukurlah dapat diselesaikan atas turun tanggan orang tua yang mencintai mudika dan permintaan Romo paroki.

Jenice
Perjungan masih panjang, selama waktu masi perputar pada porosnya dan hari esok akan berganti pula dengan generasi mudika Lisathora yang berani berkarya  menjadi garam di tengah Globalisasi dan Tantangan dan msalah yang dihadapi tentunya lebih kompleks, terutama setuasi zaman sekarang yang semakin ‘egois,goistis,egosentris’ dan ‘degradasi moral dan iman’ yang semakin menjadi momok  (Mas Nuh). Oleh karena itu, untuk teman-temanku semua, kita bersama  adalah akar dari lingkungan ini, akar yang Mencari Sumber Air Kehidupan yang akan mengalir dalam setiap jiwa yang percaya
(Mas Rio).


Berikut ini adalah Masing-masing angkatan , yakni:
Angkatan, 1. Mas Totok, (1987 – 1990)
Angkatan,  2. Mas Nuh, (1990 – 1992)
Angkatan,  3. Mas Momok, (1992 – 1994)
Angkatan,  4. Mas Wowok, (1994 – 1996)
Angkatan,  5. Mas Ade, (1996 – 1999)
Angkatan,  6.  Mas Wawan, Cik Tissa, Mbak Ervin, (1999 – 2000)
Angkatan,  7. Mas Ferry, (2000 – 2002)
Angkatan,  8. Mas Rio, (2002 – 2006)
Angkatan,  9. Sepi, (2006 – 2008)
Angkatan, 10. Jenice, (2008 - 2010 ) 
Angkatan, (Masih Kosong) 

NB : Catatan ini belum selesai, Suwun!


Tidak ada komentar: