Total tayangan kami..

Selasa, 21 Februari 2012

BODY – MIND & SOUL – SPIRIT

Bagaimana Tuhan menciptakan manusia ? Bagaimana manusia bisa menjelaskan komponen-komponen apa yang terdapat pada diri manusia. Selama ini bahasa Indonesia mengenal istilah elemen hidup manusia sebagai pasangan, seperti :

Jiwa Raga
Fisik Mental
Jasmani Rohani
Biologis Psikologis

Namun sebenarnya yang paling tepat adalah istilah yang mencakup 3 serangkai, yaitu :
BODY – MIND & SOUL – SPIRIT
Tubuh – Pikiran & Jiwa – Roh

Satu fakta penting adalah bahwa komponen-komponen ini tidak akan pernah terpisahkan, karena bila terpisahkan atau hilangnya satu komponen saja, berarti manusia akan mati.

Sampai disini, semua cocok dengan fakta tentang kodrat manusia : lahir, hidup dan mati. Bahwa untuk bisa menjalani kehidupan, manusia harus memiliki roh, pikiran dan jiwa, serta tubuh. Bahwa tanpa memiliki satu elemen HIDUP manusia, maka manusia tidak akan bisa hidup, yang berarti mati. Sekalipun ada sanggahan bahwa manusia masih bisa hidup hanya dengan tubuh dan roh saja, tetapi secara fungsional manusia seperti itu tetap akan ’mati’, karena tidak bisa berfungsi secara normal.

Tubuh sebagai wadah, Pikiran & Jiwa sebagai mesin penggerak, dan Roh sebagai inti utama kehidupan. Bila salah satu saja mengalami gangguan, berarti manusia berada pada kondisi yang tidak sehat secara sempurna; baik jasmani atau rohani maupun jiwanya.

3 lingkaran mewakili 3 elemen HIDUP manusia, Roh, Pikiran - Jiwa, dan Tubuh. Pada diagram di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa manusia hanya mampu berperan pada tingkatan elemen TUBUH dan PIKIRAN-JIWA, tidak pada elemen ROH. Manusia hanya mampu berpikir, merasa dan bertindak, tidak mampu berperan meniupkan roh apalagi menciptakannya. Maka manusia diharapkan untuk selalu menjaga dan memelihara elemen keHIDUPannya, demi kebaikan manusia sendiri, menjaga dan memelihara aspek tubuh, aspek pikiran – jiwa, dan aspek spiritualnya.

Dan Edelen dari Amerika Utara memberikan panduan religius Kristiani tentang tips-tips kebugaran Elemen Hidup manusia, sebagai berikut :

Body

Tidur minimal 7 jam sehari. Kurang tidur membuat tubuh manusia tidak bugar, lemah dan mudah terkena penyakit.
Bangun pagi dan tidur sebelum tengah malam. Tuhan membuat siang dan malam untuk suatu tujuan. Mereka yang mengalami gangguan psikologis umumnya kurang tidur atau suka begadang. Cukup tidur membuat mood kita lebih cerah dan siap menjalani kehidupan.
Jangan makan berlebihan. Makan berlebih hanya membuat tubuh berkembang dan berat. Tidak jarang penyakit menyertai kegemukan yang disebabkan karena makan berlebihan. Kegemukan juga erat kaitannya dengan usia pendek.
Berhenti mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. ’Junk food’ membuat kita tidak sehat. Kurangi gula dan lemak. Batasi karbohidrat. Upayakan makanan alami daripada makanan yang diproses.
Bangun dan giatlah berolah raga. Jalan kaki adalah satu cara terbaik untuk tetap bugar, apalagi bila bersama seseorang.

Mind

Baca buku. Selalu tingkatkan ilmu dengan membaca. Tiada pernah ada kata usai untuk belajar. Belajarlah sepanjang kehidupan. Karena manusia yang berpendidikan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami kehidupan dan menjauhkan diri dari godaan setan.
Pelajari prinsip logika. Apakah manusia keturunan kera ? Tegakkan pemahaman dan logika untuk dapat melatih kemampuan berpikir kita.
Keluar dari tempurung dan temukan pendangan yang berbeda. Kebiasaan berpikir sempit hanya akan membatasi pengetahuan dan perspektif manusia.
Belajar melakukan dua tugas pada saat bersamaan dan cobalah berargumen tentang sebuah topik yang sulit. Melatih kemampuan berpikir untuk ‘multi tasking’ dan berargumen adalah cara yang paling efektif untuk semakin mempertajam kemampuan kita.

Soul

Belajar berempati. Menangis bersama yang sedang sedih. Gembira bersama yang sedang bahagia. Manusia sebaiknya mampu hidup untuk orang lain, berbagi rasa dan menghayati turun naiknya kehidupan.
Mendengarkan musik klasik. Mozart, Bethoven, dan teman-temannya.
Buat musik juga. Walaupun hanya sebuah syair sederhana, manusia akan mampu merefleksikan hatinya dengan menyanyi.
Tulis surat. Surat tidak hanya merupakan sarana ekspresi anda, tapi juga bisa untuk menyenangkan orang lain.
Hargai keindahan. Sebagaimana Tuhan menciptakan segala sesuatu yang indah. Nikmati keindahan atau bahkan ciptakan keindahan.
Bersahabat dengan alam. Tuhan menciptakan alam semesta agar manusia mengurusnya. Luangkan waktu untuk mengenal lebih jauh dan menyatu dengan alam.
Keluar dari rumah. Berdiam diri di dalam rumah hanya akan membatasi anda. Bukalah pergaulan dan ciptakan persahabatan.

Spirit

Berdoa lebih dari 1 jam sehari. Berdoa akan memperkuat keimanan dan keyakinan akan keberadaan Tuhan. Keimanan dan keyakinan akan membuat manusia lebih mampu menghadapi kerasnya kehidupan. Mulai, bersujudlah.
Baca kitab suci. Pahami dan cerna baik-baik isi dari kitab suci demi memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang keyakinanmu.
Tingkatkan hubungan horizontal dengan orang lain. Ciptakan hubungan interpersonal dengan orang lain. Perluas pergaulan dengan siapa saja.
Buang hal-hal yang mengganggu kehidupan spiritual. Matikan TV, singkirkan surat kabar, matikan internet, bukalah hubungan dengan Tuhan se

cara vertikal.
Biasakan melakukan rutinitas spiritual. Berdoa, belajar, meditasi, berpuasa, nyepi, berserah diri, hidup sederhana, melayani orang lain, mengagungkan Tuhan, mengakui dosa, mencari bimbingan dan merayakan hari Raya. Lakukanlah.

Copi : Sepi kogoya

Kamis, 29 Desember 2011

Mati Itu Indah dan Anugrah Terindah


Siapa yang tidak rela ditinggalkan orang yang paling disayangi? Atau siapa yang tidak bisa melepaskan kepergian orang yang dikenal baik, dihormati atau disegani itu pergi untuk selamanya? Tentu saja kita semua yang masih diberikan hidup tidak mau satupun dari kita berpisah untuk selamanya atau meninggal. Kalau kita bisa hidup lebih lama seperti syair Chairil Anwar "…Aku ingin hidup seribu tahun lagi….”, pasti menyenangkan. Menyenangkan Karena bisa hidup sampai seribu tahun lagi tetapi setelah itu mati juga dari dunia fana. Banyak hal yang bisa dilakukan selama hidup ini apalagi hidup abadi. Namun, apakah manusia betah hidup abadi dengan segala macam persoalan duniawi ini?. Kita percaya bahwa hidup ini sudah diatur sehingga semua  punya batas waktu. Semua makhluk akan mati dan digantikan generasi baru. Tetapi kadang kita tidak rela melepaskan kepergian orang-orang yang disayangi. Kematian seseorang jarang dirayakan sebagai kegembiraan melainkan sebagai kesedihan. Kenapa kematian ditakuti dan disedihkan?  Kata Tante Tiwi “ Hidup adalah keajaiban maka bersyukurlah”. Bagaimana dengan anda?

Nah, untuk memahami arti dan makna kematian supaya kematian tidak ditakuti dan rela menerimanya. Saya mengkopi sebuah artikel yang ditulis oleh seorang pendeta untuk membantu kita semua menerima kematian itu. Dan beberapa foto warga Lingkungan St. Thomas Rasul dan warga sekitar lingkungan yang meninggal pada tahun 2011. Semoga kita menerima kematian dan kepergian saudara-saudara yang telah mendahului kita dengan dengan gembira. Sebab mereka telah lepas dari dunia fana dan masuk alam yang diyakini lebih damai.

ARTI DAN MAKNA KEMATIAN DITINJAU DARI SUDUT AGAMA-AGAMA DAN TEOLOGIS


I. Pendahuluan

Mungkin semua orang tahu, bahwasanya semua makhluk dimuka bumi ini akan mengalami namanya ‘Kematian’. Namun banyak orang-orang yang tak sadar bahwa mereka hidup di dunia ini hanya sesaat, mereka hanya menikmati hidup ini terus menerus serasa mereka akan hidup selamanya. Namun yang perlu diketahui semua perbuatan dimuka bumi ini akan dipertanggung jawabkan. Banyak orang meninggal tiba-tiba. Umur manusia itu tidak ada yang tahu. Kalau sudah waktunya, mau tak mau harus menghadapi hal yang namanya kematian. Cara menghadapi kematian masing-masing orang berbeda-beda. Namun intinya mereka akan tetap menghadapi kematian pada akhirnya. Kematian itu sendiri, kita tahu, sudah menjadi bagian integral dalam diri manusia. Seperti sajak Soebagio Sastrowardojo “kematian jadi akrab, seakan kawan berkelakar yang mengajak tertawa”. Dia begitu intim, begitu dekat, bahkan mungkin melekat. Tapi dia tak seperti sajak-sajak yang menganggap kematian sesuatu yang pasti……tapi nanti! Dan nanti itu bisa berarti sebuah jarak, sesuatu yang belum sampai untuk digapai. “Mati adalah kebalikan dari hidup”. Jadi selama arti mati adalah kebalikan dari hidup, maka tanda-tanda kematian berarti merupakan kebalikan dari tanda-tanda kehidupan, yang nampak dengan hilangnya kesadaran dan kehendak, tiadanya penginderaan, gerak, dan pernapasan, serta berhentinya pertumbuhan dan kebutuhan akan makanan. Kematian adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya mati secara permanen, baik dari penyebab alami seperti penyakit atau dari penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan. Semua orang tidak akan tahu apa itu kematian, bagaimana rasa kematian, dll. Sampai orang itu merasakan kematian. Bisa saja kematian itu adalah hal yang menyenangkan, atau bisa saja itu hal yang paling mengerikan yang ada didunia. Ada pepatah seperti ini "when life ends, the mistery of life begins". Jadi, orang-orang akan memulai hidup setelah kematian. Hidup baru setelah habis kematian itu masih misteri, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Yang mengetahuinya hanyalah orang-orang yang sudah merasakan kematian. Andai saja orang-orang yang meninggal itu dapat berbicara. Pasti mereka sudah bercerita apa itu kematian. Namun tidak ada orang yang dapat berbicara setelah meninggal. Kematian itu misteri yang tak akan terpecahkan. Yang dapat kita lakukan sekarang hanyalah berbuat kebaikan, agar mendapatkan kehidupan yang layak di kehidupan yang akan datang. Yaitu kehidupan setelah kematian.


II. Terminologi

Apa definisi ‘kematian’? Suatu pertanyaan sederhana yang kedengarannya sangat gampang untuk dijawab. Kalau seseorang tahu apa definisi ‘kehidupan’, secara otomatis ia dapat mendefinisikan kematian. Sebab, definisi kematian tidak lain adalah kebalikan dari definisi kehidupan itu sendiri.
Kematian dalam PL berasal dari kata ‘Muth’, bentuk kata kerja yang artinya mematikan, memusnahkan. Dan dalam bentuk kata benda disebut dengan ‘Maweth’, yang dipergunakan dalam arti kematian, yang mati, yang musnah. Kata ini menunjukkan akhir keberadaan segala sesuatu ciptaan Allah sehingga tidak bergerak dan terjadi dalam proses waktu yang singkat.[1] Sedangkan dalam PB, kematian berasal dari kata ‘Teleute’ yang artinya mati (Mat. 2:15). Namun yang sering dipakai adalah kata ‘thanatos’ yang artinya kematian atau proses kematian, atau juga dapat diartikan sebagai pemisah dari jiwa, yang dengan demikian merupakan akhir dari kehidupan, baik yang mati secara alamiah maupun secara kekerasan (Yoh. 11:13 ; Kis. 2:24). Dan dalam arti ini, kata tersebut dihubungkan dengan tempat atau lokasi orang mati di dunia bawah yang diselubungi oleh kegelapan, kebodohan, dan kegelapan dosa (Band. Mat. 4:16). Tetapi juga dipakai kata ‘apothneskein’, infinitif dari tethneka yang artinya adalah kematian (Band. Flp 1:21).[2] Dari beberapa istilah-istilah yang dipakai untuk maut atau kematian dalam Alkitab nampaknya agak berbeda, namun secara umum diakui bahwa maut adalah yang mengerikan dan membinasakan hidup. Hanya Allah saja yang dikecualikan dari maut (1 Tim. 6:16 ; 1 Kor. 15:53-54), maut itu ditakuti manusia dan tidak disukai oleh karena berbahaya bagi hidup.[3] Tetapi Kristus memberikan jaminan bagi manusia (orang percaya) yaitu kehidupan setelah kematian melalui kemenangan untuk menaklukkan maut dengan kebangkitanNya.
Ada beberapa penyebab mengapa orang itu mengalami kematian, yaitu:
- Seiring penuaan usia makhluk hidup, tubuh mereka akan perlahan-lahan mulai berhenti bekerja.
- Jika tubuh tidak mampu melawan penyakit, atau tidak diobati.
- Kecelakaan seperti tenggelam, tertabrak, dan terjatuh dari ketinggian.
- Lingkungan dengan suhu yang sangat dingin atau yang terlalu panas.
- Pendarahan yang diakibatkan luka yang parah.
- Kekurangan makanan, air, udara dan perlindungan.
- Diserang dan dimakan (pembunuhan).
- Infeksi dari gigitan hewan berbisa maupun hewan yang terinfeksi virus berbahaya.
- Kematian disaat tidak terbangun dari tidur.
- Kematian sebelum lahir, karena perawatan janin yang tidak benar.

III. Kematian Menurut Ajaran Agama-Agama

1. Agama Kristen


Kitab Suci memandang kematian sebagai hal yang alami (Maz. 49:11-12) dan sebagai akibat dosa (Kej. 3:19). Kematian adalah musuh terakhir yang harus dikalahkan (1 Kor. 15:26).[5] Kematian ialah perpisahan antara tubuh dan roh. Jiwa atau kesadaran tubuh yang tidak memiliki roh (Yoh. 2:2). Tubuh bersifat sementara atau fana (Rom. 6:12), sedangkan jiwa atau roh kekal (Mat. 10:28). Karena itu, kematian bukan merupakan akhir dari kisah kehidupan manusia. Ketika manusia mati, tubuh insanilah yang berakhir atau lenyap, sedangkan jiwa atau roh manusia tetap hidup. Tidak dapat dikatakan bahwa dengan kematian segalanya hilang tidak berbekas. Sebab pandangan itu memaksa kita juga beranggapan bahwa segala bagian kemanusiaan, entah bagian jasmaniah, entah bagian psikologi atau segala perbuatan dan hasil usaha manusia itu hanya akan menuju kehancuran belaka. Jiwa orang-orang yang berada di dalam Kristus akan menerima keselamatan roh pergi ke sorga (1 Kor. 5:5), sedangkan jiwa-jiwa yang menolak Yesus akan masuk ke dalam siksaan api neraka (1 Ptr. 3:20). Sesudah itu mereka dihukum untuk selama-lamanya kelautan api kekal (Why 20:15).
Katolik Roma, percaya bahwa setelah kematian, jiwa orang yang meninggal berada di tempat penantian, dan jiwa itu dibersihkan sebelum masuk ke dalam ssorga. Protestan, mempercayai bahwa seseorang Kristen akan mati dan jiwanya langsung pergi bertemu Allah di sorga. Jiwa itu menantikan saat dibangkitkan dan kerajaan Kristus akan didirikan di dunia.
Ajaran kitab suci mengenai masalah kematian tidak seragam, melainkan cukup bervariasi, sesuai dengan perubahan pemahaman serta keyakinan bangsa Israel, umat Yahudi dan jemaat Kristen seiring dengan perkembangan dan pengetahuan dan kepercayaan manusia sepanjang sejarah kitab suci. Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas 5 ( lima ) ajaran pokok kitab suci mengenai masalah kematian, yaitu:
- Kematian sebagai akhir kehidupan
Menurut pandangan ini, kematian merupakan akhir yang normal dari kehidupan manusia. Sebagai suatu makhluk hidup yang fana, pada akhirnya manusia memang harus mati (Kej. 3:19). Allah memberikan nafas hidup kepada manusia (Kej. 2:7), supaya mereka dapat hidup untuk jangka waktu tertentu, tetapi tidak untuk selama-lamanya (Kej. 3:22), jikalau sudah sampai pada batas akhir hidupnya, maka manusia akan mati dan pergi “.....menempuh jalan segala yang fana” (Yos. 23:14 ; 1 Raj. 2:2).
- Kematian sebagai lawan kehidupan
Menurut pandangan ini, kehidupan itu selalu ditandai dengan kebaradaan nafas, sedangkan kematian ditandai dengan ketiadaan nafas. Selama suatu makhluk masih bernafas, ia dapat bergerak dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk lain. Tetapi apabila ia sudah tidak bernafas lagi, maka ia sama sekali tidak dapat lagi bergerak dan berkomunikasi dengan pihak lain. Dalam pandangan bangsa Israel , hidup berarti bernafas (Kej. 2:7), sementara mati berarti tidak bernafas lagi (Kej. 35:18).
- Kematian sebagai perusak kehidupan
Menurut pandangan ini, kematian merupakan suatu kekuatan perusak kehidupan manusia. Mazmur menggambarkan kematian sebagai suatu kekuatan perusak dalam bentuk ‘banjir’ yang setiap saat mengancam seperti ‘musuh’ yang menyerbu masuk melalui jendela untuk membinasakan manusia (Yer. 9:21-22). Hosea melukiskan kematian sebagai ‘binatang buas’ yang mengintip dan siap menerkam mangsanya (Hos. 13:7-8). Kadang pula kematian digambarkan sebagai malaikat pemusnah, hantu malam, senjata serangga yang mempunyai sengat: berupa dosa, sehingga dapat menyebabkan kebinasaan bagi manusia.
Kematian sebagai tidur lelap. Menurut pandangan ini, kematian merupakan suatu tidur lelap dan tak pernah bangun lagi. Yeremia juga melukiskan kematian manusia sebagai “jatuh tertidur untuk selama-lamanya, tidak akan bangun-bangun lagi” (Yer. 51:39-57). Anggapan ini juga dianut dalam kitab-kitab lainnya.

2. Agama Islam

Maut atau mati adalah terpisahnya “roh dari zat, jiwa dari badan atau keluarnya roh dari badan atau jasmani. Pada akhirnya, maut adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal kehidupan (yang baru). Jadi maut bukan kesudahan, kehancuran atau kemusnahan. Maut adalah suatu peralihan dari suatu dunia ke dunia lainnya. Maut dialami manusia hanya sekali. Hal ini digambarkan dalam firman-Nya yang artinya mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya (surga), kecuali mati di dunia (QS.44-56)”.[9] Umat manusia hidup di dunia ini sangat terbatas dan tidak bertahan lama. Setiap manusia mesti mengalami akhir kehidupan itu, yang sering disebut dengan kematian. Hal ini dinyatakan secara tegas Al-Quranul Karim pada S. Ali ‘Imran: 185; “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan baru pada hari kiamatlah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung. Kehidupan ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.
Kematian itu sesuatu yang mesti terjadi pada seseorang, walaupun ia berusaha menghindari kematian atau berusaha bersembunyi dan berlindung di tempat yang dikira aman. Seseorang tidak dapat lari dan menjauhi kematian. Kematian merupakan awal atau pintu gerbang menuju kehidupan. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa sesungguhnya kematian itu sebenarnya kehidupan. Artinya, jika seseorang ingin hidup terus menerus, maka ia harus mengalami kematian terlebih dahulu. Tanpa kematian tidak akan ada kehidupan abadi. Atau dalam istilah Al-Qur;an, orang yang mati disebutkan “kembali kepada sang pencipta”. Manusia terbagi atas dua unsur yaitu roh/jiwa dan tubuh (jasad) adalah unsur tanah/bumi. Roh atau nyawa manusia adalah zat halus, yang pada waktu mati meninggalkan tubuhnya yang kasar itu. Surat Al-Zumar ayat 47 menggambarkan bahwa kematian sama dengan tidur. Lebih lanjut hadis nabi Muhammad saw, mengatakan: “tidur adalah saudara mati”. Di surga tiada mati, sehingga tiada pula tidur.
Menurut agama Islam, kematian itu adalah perpisahan antara roh dan jasad (tubuh) dan selanjutnya dikubur, tidak lama kemudian akan rusak dan hancur menjadi tanah. Setiap orang pasti takut untuk mati karena akan berpisah dari segala yang disayanginya. Mati berarti pergantian hidup jasad (tubuh) dengan hidup di akhirat, sebagaimana halnya lahir adalah pergantian hidup dalam kandungan ibu dengan hidup di alam bebas. Merasakan mati berarti perasaan bercerai badan dengan rohnya. Imam An-Nasabuni mengatakan bahwa diri (jiwa) seseorang itu selamanya tetap dan yang berubah-ubah itu hanyalah badannya yang kasar. Seseorang itu sejak kecilnya sampai masa tuanya akan mendapati jiwanya yang muda itu juga sampai tua. Dalam Al-Qur’an Allah menjelaskan bahwa jika ajal seseorang sudah datang, maka tidak ada seorang pun yang dapat mengatur atau memajukannya.

3. Agama Budha

Sang Budha bersabda “Kehidupan tidak pasti, namun kematian itu pasti”. Kematian pasti akan datang dan merupakan suatu hal yang wajar, serta harus dihadapi oleh setiap makhluk. Definisi kematian menurut agama Budha tidak hanya sekedar ditentukan oleh unsur-unsur jasmaniah, entah itu paru-paru, jantung ataupun otak. Ketakberfungsian ketiga organ itu hanya merupakan gejala ‘akibat’ atau ‘pertanda’ yang tampak dari kematian, bukan kematian itu sendiri. Faktor terpenting yang menentukan kematian ialah unsur-unsur batiniah suatu makhluk hidup. Walaupun organ-organ tertentu masih berfungsi sebagaimana layaknya secara alamiah ataupun melalui bantuan peralatan medis. Seseorang dapat dikatakan mati apabila kesadaran ajal (cuticitta) telah muncul dalam dirinya. Begitu muncul sesaat, kesadaran ajal akan langsung padam. Pada unsur jasmaniah, kematian ditandai dengan terputusnya kemampuan hidup.
Ada 3 (tiga) jenis kematian dalam agama Budha:
- Khanika Marana : Yaitu kematian atau kepadaman unsur-unsur batiniah dan jasmaniah pada tiap-tiap akhir (bhanga). Kematian ini biasanya disebabkan oleh habisnya usia (ayukkhaya), karena habisnya akibat perbuatan pendukung (kammakkhaya) yaitu kematian yang disebabkan oleh habisnya tenaga karma yang telah membuat terjadinya kelahiran dari makhluk yang meninggal tersebut, karena habisnya usia serta akibat perbuatan pendukung (ubhayakkhaya), dan karena terputus oleh kecelakaan, bencana atau malapetaka (upacchedaka). Keempat macam ini bisa diumpamakan seperti empat sebab kepadaman pelita, yaitu karena habisnya sumbu, habisnya bahan bakar, habisnya sumbu serta bahan bakar, dan karena tertiup angin.
- Sammuti Marana : Kematian makhluk hidup berdasarkan persepakatan umum yang dipakai oleh masyarakat dunia.
- Samuccheda Marana : Kematian mutlak yang merupakan keterputusan daur penderitaan para Arahanta.
Kematian menurut definisi yang terdapat dalam kitab suci agama Budha adalah hancurnya Khanda. Khanda adalah lima kelompok yang terdiri dari pencerapan, perasaan, bentuk-bentuk pikiran, kesadaran dan tubuh jasmani manusia atau materi. Keempat kelompok pertama merupakan kelompok batin atau ‘nama’ yang membentuk suatu kesatuan kesadaran. Sedangkan kelompok kelima yaitu jasmani manusia atau materi merupakan ‘rupa’, yakni kelompok fisik atau materi. Gabungan batin dan jasmani inilah yang disebut individu, pribadi atau ego.
Sang Budha menjelaskan bahwa kelompok ini bukan suatu pribadi lagi, melainkan suatu serial dari proses fisik dan mental yang tidak akan diam tetapi akan terus mengalir. Maka kelompok-kelompok ini akan muncul dan lenyap secara berturut-turut hanya dalam waktu yang sekejap. Masa berlangsungnya kelompok-kelompok mental ini sangat singkat sedemikian rupa, sehingga selama satu kaitan cahaya halilintar telah terjadi beribu-ribu bentuk pikiran atau saat berpikir yang berturutan dalam pikiran kita.
Peranan kematian adalah untuk menyadarkan setiap manusia akan akhir kehidupannya, bahwa betapa tinggi pun tempatnya, apapun bantuan teknologi atau ilmu kedokteran yang dimilikinya, pada akhirnya tetap harus mengalami hal yang sama yaitu di dalam kubur atau menjadi segenggam debu. Tetapi ini bukanlah akhir dari kehidupan dan kematian, karena proses kelahiran dan kematian akan terus berlangsung hingga kita mencapai kesempurnaan batin. Kematian itu selalu diikuti oleh peleburan dalam kematian itu, atau jika orang dapat melakukan tumimbal lahir ke dalam kehidupan (alam) yang ia ingini, maka tidak ada orang takut kepada kematian. Bahkan mungkin keinginan untuk mati bila seseorang makhluk telah merasa bosan hidup dalam suatu kehidupan, lalu ingin memasuki kehidupan baru. Kata Anitya berarti kekal. Doktrin ini mengajarkan bahwa di dalam dunia tiada sesuatu yang kekal, semuanya adalah fana.

4. Agama Hindu

Menurut agama Hindu, kematian itu merupakan saat yang sangat penting, bahkan saat menentukan arti kehidupan seseorang. Kematian akan memberikan arti pada segala usaha dan kemeriahan yang kita dapatkan selama mungkin 20-an tahun kita hidup, mungkin 40-an tahun kita hidup, mungkin 60-an tahun kita hidup, atau mungkin hanya beberapa kerlipan mata kita hidup di dunia ini. Oleh karena itulah dianjurkan agar orang segera mengingat Tuhan Yang Maha Esa pada saat meninggal.
Agama Hindu mempunyai keyakinan bahwa dengan mengingat dan bersujud pada Tuhan disaat meninggalkan badan kasar adalah sangat menentukan tempat yang akan dituju di alam sana . Kesempatan untuk ingat Tuhan pada detik-detik kematian bukanlah hadiah atas tidak melakukan apa-apa. Ia merupakan hasil dari pembiasaan menyebut, memanggil, memuja dan menyembah, mengingat, meneriakkan dan menyerahkan diri menyeluruh kepada Tuhan. Tidak perlu berbangga diri jika memiliki ketenangan menyambut kematian, tanpa harus membiasakan diri membawa kesadaran kepada-Nya setiap hari. Hanya dengan membiasakan kesadaran ingat Tuhan pada saat meninggal akan terjadi, dan ia akan mampu mengantarkan kita ke tempat yang indah dalam spiritual.
Sesungguhnya kematian dan kehidupan secara fundamental bukanlah pengalaman-pengalaman yang tersendiri, yang terisolasi dari yang lain. Manakala ingatan masih bertahan, ini kita sebut tidur. Bila ingatan hilang sama sekali, disebut mati. Setiap orang Hindu mengharapkan agar mati di dekat sungai Gangga supaya tulang-tulang dan abu mereka dapat tenggelam di dalam air. Sehingga mereka dapat mengakhiri lingkaran kehidupan kembali.


IV. Pandangan Teologis

Jika kita hanya mengejar hal-hal duniawi maka kita telah melepaskan diri kita dari sumber kehidupan. Untuk menghadapi kematian, kita harus sadar bahwa kita hidup sebagai orang berdosa dalam kematian. Dalam PL , kematian berarti akhir kesudahan dari keberadaan seseorang (2 Sam. 12:15 ; 14:14). Manusia diciptakan dari tanah dan mereka akan kembali menjadi debu (Kej. 3:19). Jiwa diartikan sebagai sheol (hades)[21] yang tidak ada lagi kehidupan di luar daripadanya. Manusia yang mati pergi ke hades (ruang antara kematian dan penghakiman akhir). Maka sangat bertentangan dan ditolak kalau ada yang mengatakan masih ada hubungan antara orang mati dengan orang hidup.
Apakah penyebab kematian? Paulus berkata bahwa upah dosa adalah maut/kematian (Rom. 6:23). Dasar pandangan tersebut yaitu iblis merupakan penguasa kematian (Ibr. 2:14), walaupun sebenarnya Allah sendirilah yang mampu menghancurkan tubuh dan jiwa dalam dunia kematian (Mat. 10:28 ; Why 2:23). Dalam PB, penyebab kematian merupakan hal yang teologis. Kematian itu universal dan hal tersebut merupakan keuniversalan kesalahan manusia dan jalan manusia untuk pengampunan,
Dari pembahasan-pembahasan di atas, tergambar bahwa kematian dalam PB bukanlah sebagai proses yang alamiah, tetapi sebagai peristiwa sejarah yang mengakibatkan manusia masuk ke dalam keberdosaannya. Pernyataan tentang kematian Kristus di kayu salib merupakan cerita keselamatan dan selalu berhubungan dengan kebangkitan dan kemenangan atau hidup baru bagi orang-orang percaya. Intinya adalah bahwa Allah sendiri merendahkan diri dan menanggalkan kemuliaanNya dalam kematian, yang justru dalam kematian itu, Ia menunjukkan diri sebagai Tuhan dan Allah yang hidup. Kematian Kristus adalah keuntungan bagi manusia (1 Tes. 5:10 ; Ibr. 2:9-10), kematian Kristus adalah bagi Hukum Taurat ( Rom. 7:4), bagi dosa (2 Kor. 5:21), dan bagi kematian kita (2 Tim. 1:10). Kematian Allah berarti final dari segala keberadaan keilahian yang dipahami di dalam sistem metafisik kuno dunia.
Kematian bagi orang percaya adalah kekuatan dalam hidup persekutuan dengan Tuhan bukan hanya sebagai satu hal akhir dari hidup. Kematian adalah pintu menuju hidup kekal yaitu kelepasan dari segala dosa menuju hidup kepada kehidupan bersama Allah. Untuk itu, maka kematian menurut pandangan Kristen harus didasarkan pada ciri:
- Kematian adalah suatu hal yang alamiah yaitu manusia mengambil bagian dalam struktur kehidupan keseluruhan yang kompleks.
- Kematian adalah suatu hukuman, hukuman untuk dosa (Rom. 6:21-ff).
- Kematian adalah panggilan untuk pulang kepada manusia. Bukan hanya sebagai hukuman tapi juga kabar sukacita, bukan hanya sebagai pengadilan tapi juga penebusan (Flp. 1:23).
Ada juga ”kematian jasmani” yang bertitik tolak pada Kej. 3:19, kembali lagi menjadi debu/tanah. Roh dan nafas Allah ditarik kembali; debu kembali menjadi tanah atau tubuh dan roh kembali kepada Allah (Pengk. 12:7). Orang yang mati di dalam Tuhan dikatakan orang yang berbahagia (Why. 14:13). Kematiannya sementara karena akan disusul dengan kebangkitan. Percaya dalam kebangkitan adalah sangat sederhana dan justru sama seperti hidup dari salib sebagai peristiwa keselamatan, salib merupakan simbol bukti sejarah kebangkitan melalui kenaikkan Kristus dari kematian. Melalui peristiwa keselamatan ini, maka Allah ditinggikan karena Anak-Nya yang tunggal telah mati demi keselamatan manusia.

V. Kesimpulan

Semua manusia harus menyadari suatu fakta bahwa semua manusia akan mengalami kematian. Musuh yang sangat ditakuti dan selalu dihindari oleh manusia adalah kematian. Kematian adalah masa yang terjadi kepada setiap orang. Tidak ada orang yang dapat menyangkal adanya kematian, sebab kehidupan dan kematian adalah milik Allah. Kematian membuat perceraian antara daging dan roh, sehingga hubungan dengan Allah terpisahkan karena dosa dan kematian. Agama Kristen dan Islam tidak mempercayai akan adanya re-inkarnasi sesudah kematian, tetapi agama Hindu dan Budha mempercayainya. Kematian itu merupakan awal dan pintu gerbang menuju kehidupan. Tanpa kematian tidak akan ada kehidupan abadi.
Sebagai orang Kristen kita percaya, dan kita tahu, bahwa kematian bukan akhir dari suatu keberadaan atau kehidupan, namun hal itu tetap merupakan suatu perpisahan dari orang-orang disekitar kita pada masa hidup. Itu adalah akhir dari suatu hubungan yang mempunyai arti istimewa bagi kita dalam kenidupan ini. Langkah pertama dalam memperoleh perspektif yang tepat ialah dengan mengakui bahwa Allah berdaulat dalam semua masalah kehidupan dan kematian, karena Dia telah menunjukkan karya-karya keselamatan untuk menaklukan maut dan kematian. Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman, optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang (1 Yohanes 3:2). Tidak ada suatu pun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan.
Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa semua orang yang percaya kepadaNya akan menerima karunia pengampunan dan kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan kristus bukanlah upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang melalui bukti-bukti tersebut, percaya kepadaNya.

Catatan Kaki:
[1] J.H. Bavinc, The International Standard Bible Encyclopedia Vol. III, hlm. 811
[2] G. Kittel, Theological Dictionary of The New Testament Vol. III, (WB Eerdmans Publishing Company, Grand Rapids, Michigan, 1977), hlm. 14
[3] K. Riedel, Kamus Istilah Teologi Perjanjian Baru, (Jakarta : BPK-GM, 1951), hlm. 126
[4] Dosen UIN Malang http://puspek-averroes.org/2008/08/03/pluralisme-dan-dialog-antarumat-beragama/22 September 2009
[5] Gerald O’Colins,SJ & Edward G. Farrugia,SJ, terj. Suharyo,Pr, Kamus Teologi, (Yogyakarta: Kanisius, 1996), hlm. 137
[6] Michael Keene, Agama-Agama Dunia, ( Yogyakarta : Kanisius, 2006), hlm. 141
[7] Eugene H.Merrill, Numbers, The Bible Knowledge Commentary, (Wheaton: Victor Books, 1985), hlm.235
[8] P.Hendrik Njiolah,Pr, Misteri Kematian Manusia, ( Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama, 2003) hlm.16-33
[9] Ensiklopedia Islam 3, ( Jakarta : PT. Ichtisar Baru Van Hoeve, 1994), hlm. 211-212
[10] http://www.2.bp.blogspot.com
[11] KH.ABD.Muthilb Mohyiddin, Tahap-tahap Kehidupan Manusia Menurut Pandangan Islam, ( Jakarta : Gunung Jati), hlm. 73
[12] Muhammadin AS , Tata cara Merawat Jenazah, ( Yogyakarta : PT.Pustaka Insan Madani, 2007) hlm.1-2
[13] Upasika Pandita Abhayahema, Viija-Dhamma (Jakarta: Yayasan Sekta Jaya Abadi, 1991), hlm. 131
[14] Harun Hadiwijono, Agama Hindu dan Budha, ( Jakarta : BPK-GM, 2005), hlm. 73
[15] http://www. Anatta gotama [SMTP: anattagotama@yahoo.com]
[16] Michael Keene, Op-Cit, hlm. 29
[17] Hanry James Silalahi, Pandangan Injil Terhadap Upacara Adat Batak, ( Medan : Kawasan Missi Kristus, 2000), hlm. 65
[18] E. M. Tambunan, Sekelum: Mengenai Masyarakat Toba dan Sekitarnya, (Bandung: Tarsito, 1982), hlm. 71
[19] Ibid, hlm. 146
[20] Ibid, hlm. 150-153
[21] C. Barth, Teologi Perjanjian Lama 1, ( Jakarta : BPK-GM, 2006), hlm. 79
[22] Andar Lumbantobing, Makna Wibawa Jabatan Dalam Gereja Batak, (Jakarta: BPK-GM, 1996), hlm.548
[23] Chifford Green (peny.), Karl Barth: Teolog Kemerdekaan (Kumpulan Cuplikan Karya Karl Barth), (Jakarta: BPK-GM, 1998), hlm. 124
[24] Walter J. Bildstein, Secularization The Theology of Jhon A. T. Robinson, A Radical Response, (Romae: Pontificiam Universitatem S. Thomae De Urbe, 1972), hlm. 48
[25] Walter A. Alwell, Evangelical Dictionary of Theology, (Michigan: Baker Book House, 1986) hlm.198
[26] H. Hadiwijono, Iman Kristen, (Jakarta: BPK-GM, 1982), hlm. 245
[27] Francis Pieper, Christian Dogmatis Vol. I, (Missouri: Concordia Publishing Hous Saint Louis, 1950), hlm. 548-549

(Penulis adalah Pdt. F.H.B. Siregar, S.Th., tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi November 2009)
Dikopi : Petrus Sepi Kogoya


Tahun 2011 telah menggoreskan beberapa kenangan atas kepergian orang-orang yang dicintai, dihormati dan banggakan oleh warga lingkungan St. Thomas rasul, Jatimulyo.

Tubuhnya telah menyatu dengan bumi


 Keponakan-keponakan
Anak dan Istri
Pemberkatan terakhir
Bunga buat Papa
Tante dan Keponakan
Ima, Lala dan Istri Om Yugo
Kembang Kenten, Nanggulan, Kulon Progo 


















Kunjungan terakhir yang tidak terduga oleh teman-teman OMK atas kepergian Ibu Temon.

Ibu Temon sebelum dipanggil Bapa di Sorga
Sangat senang saat diajak berbicara
Kunjungan OMK yg mengesankan

 Kepergian saudara Yerimia Tambingon dalam usia yang masih muda karena memilih jalan sendiri.


Ucapan perpisahan dari sesepuh
Dipikul bersama
sepupu, keponakan, ayah, warga lingkungan dan tetangga-tengga ikut mengantarkan kepergian saudara Yerimia.
Penyegaran Ayah
Doa keluarga mengantar saudara Yerimia menyatu dengan bumi

Dokm : Petrus Sepi Kogoya

Rabu, 14 Desember 2011

Pandangan Hukum Islam dan Kristen dalam Pernikahan Beda Agama


Beberapa hari yang lalu saya main ke kamar tante Tiwi. Obrolan kita malam itu tentang teman-teman OMK lisathora (Orang Muda Katolik). Awalnya, kami membicarakan kegiatan omk Lisathora yang sedang vakum karena tidak ada kepengurusan. Lalu kami sampai kepembicaraan tentang kawin beda Agama. Mengingat ada beberapa omk Lisathora yang menikah beda Agama. Bahkan, bukan hanya teman-teman omk Lisathora yang menikah se Agama tetapi beda keyakinan. Sayangnya, mereka (orang Katolik) yang menikah dengan  beda keyakinan tidak lagi ke Gereja dan melepas jubah kekatolikannya. Entah, apapun alasannya, iman mereka sangat mudah dilepas. Seolah-olah Yesus Kristus tidak berharga daripada kebutuhan cinta biologis yang diterima oleh kekasih dari  lain Agama. Kesabaran ditukar dengan nafsu yang menggebu dalam diri sendiri menghiyanati diri sendiri dan iman. Sehingga, banyak orang Katolik yang pindah Agama. Begitulah kiranya kegelisahan dari seorang Tante Tiwi yang dulu seorang aktivis Gereja dan orang muda Katolik. Kemudian, saya mencoba mengambil artikel dibawa ini untuk menjadi bahan wacana siapa saja. Bagaiman pandangan Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam dan Kristen, Samakah?
      
"Cinta itu buta," begitu kata penyair asal Inggris, William Shakespeare. Ungkapan yang sangat masyhur itu memang kerap terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, terkadang sampai melupakan aturan agama. Saat ini, tak sedikit umat Muslim yang karena "cinta" berupaya sebisa mungkin untuk menikah dengan orang yang berbeda agama. "Tolong dibantu... Saya benar-benar serius untuk melakukan nikah beda agama. Saya benar-benar pusing harus bagaimana lagi," tulis seorang wanita Muslim pada sebuah laman.

Lalu bolehkah menurut hukum Islam seorang Muslim, baik pria maupun wanita menikah dengan orang yang berbeda agama? Masalah perkawinan beda agama telah mendapat perhatian serius para ulama di Tanah Air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional II pada 1980 telah menetapkan fatwa tentang pernikahan beda agama. MUI menetapkan dua keputusan terkait pernikahan beda agama ini.

Pertama, para ulama di Tanah Air memutuskan bahwa perkawinan wanita Muslim dengan laki-laki non-Muslim hukumnya haram. Kedua, seorang laki-laki Muslim diharamkan mengawini wanita bukan Muslim. Perkawinan antara laki-laki Muslim dengan wanita ahlul kitab memang terdapat perbedaan pendapat. "Setelah mempertimbangkan bahwa mafsadatnya lebih besar dari maslahatnya, MUI memfatwakan perkawinan tersebut hukumnya haram," ungkap Dewan Pimpinan Munas II MUI, Prof Hamka, dalam fatwa itu.

Dalam memutuskan fatwanya, MUI menggunakan Alquran dan Hadis sebagai dasar hukum. "Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik hingga mereka ber iman (masuk Islam). Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan wanita orangorang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) hingga mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, meskipun ia menarik hatimu..." (QS: al-Baqarah:221).

Selain itu, MUI juga menggunakan Alquran surat al-Maidah ayat 5 serta at Tahrim ayat 6 sebagai dalil. Sedangkan, hadis yang dijadikan dalil adalah Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Tabrani: "Barang siapa telah kawin, ia telah memelihara setengah bagian dari imannya, karena itu, hendaklah ia takwa (takut) kepada Allah dalam bagian yang lain."

Ulama Nahdlatul Ulama (NU) juga telah menetapkan fatwa terkait nikah beda agama. Fatwa itu ditetapkan dalam Muktamar ke-28 di Yogyakarta pada akhir November 1989. Ulama NU dalam fatwanya menegaskan bahwa nikah antara dua orang yang berlainan agama di Indonesia hukumnya tidak sah.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga telah menetapkan fatwa tentang penikahan beda agama. Secara tegas, ulama Muhammadiyah menyatakan bahwa seorang wanita Muslim dilarang menikah dengan pria non-Muslim. Hal itu sesuai dengan surat al-Baqarah ayat 221, seperti yang telah disebutkan di atas. "Berdasarkan ayat tersebut, laki-laki Mukmin juga dilarang nikah dengan wanita non-Muslim dan wanita Muslim dilarang walinya untuk menikahkan dengan laki-laki non-Muslim," ungkap ulama Muhammadiyah dalam fatwanya.

Ulama Muhammadiyah pun menyatakan kawin beda agama juga dilarang dalam agama Nasrani. Dalam perjanjian lama, kitab ulangan 7:3, umat Nasrani juga dilarang untuk menikah dengan yang berbeda agama. "Dalam UU No 1 tahun 1974 pasal 2 ayat 1 juga disebutkan bahwa: "Pernikahan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu."

"Jadi, kriteria sahnya perkawinan adalah hukum masing-masing agama yang dianut oleh kedua mempelai," papar ulama Muhammadiyah dalam fatwanya. Ulama Muhammadiyah menilai pernikahan beda agama yang dicatatkan di kantor catatan sipil tetap tak sah nikahnya secara Islam. Hal itu dinilai sebagai sebuah perjanjian yang bersifat administratif.

Ulama Muhammadiyah memang mengakui adanya perbedaan pendapat tentang bolehnya pria Muslim menikahi wanita nonMuslim berdasarkan surat al-Maidah ayat 5. "Namun, hendaknya pula dilihat surat Ali Imran ayat 113, sehingga dapat direnungkan ahli kitab yang bagaimana yang dapat dinikahi laki-laki Muslim," tutur ulama Muhammadiyah.

Dalam banyak hal, kata ulama Muhammadiyah, pernikahan wanita ahli kitab dengan pria Muslim banyak membawa kemadharatan. "Maka, pernikahan yang demikian juga dilarang." Abdullah ibnu Umar RA pun melarang pria Muslim menikahi wanita non-Muslim.

Bagaimana pembacaan anda? Selamat merenung! Semoga Yesus Kristus tabah dengan aturan-aturan yang dibuat manusia.

Redaktur: irf
Reporter: heri ruslan
Dikopi     : Sepi Kogoya


Sumber Artikel : http://www.republika.co.id/kanal/dunia-islam

Sabtu, 20 Agustus 2011

O.M.K Lisathora Jatimulyo: Wisata Rohani Warga Lisathora

Ayo, baca juga: Wisata Rohani Warga Lisathora

Wisata Rohani Warga Lisathora

Teman2 OMK Lisathora berfoto di halaman dalam Kraton Surakarta


Walaupun sudah lewat tiga bulan tapi tidak mengurangi kenikmatan saudara-saudari mengetahui sedikit perjalan umat Lisathora sireng-sireng. Hari itu dalam kalender kami tertulis Buddha’s Day of Elinghtenment dan tanggal tersebut merah. Iya itu, tanggal 17 Mei’ 11....

O.M.K Lisathora Jatimulyo: Outbound OMK Wilayah II St Florensius

Ayo, lohat foto2 Outbound OMK Wilayah II St Florensius


Semua jadi satu stelah acara usai

Acara weekend II OMK Wilayah II St Florensius yang disiapkan hampir setengah tahun atau enam bulan akhirnya terlaksana juga pada tanggal 17 Juli 2011 hari Minggu. Mau tahu ceritanya, ayo ikuti cerita Pinokio berikut ini!.....

Kamis, 18 Agustus 2011

Outbound OMK Wilayah II St Florensius


Outbound OMK Wilayah II St Florensius
Semua jadi satu stelah acara usai
Acara weekend II OMK Wilayah II St Florensius yang disiapkan hampir setengah tahun atau enam bulan akhirnya terlaksana juga pada tanggal 17 Juli 2011 hari Minggu. Mau tahu ceritanya, ayo ikuti cerita Pinokio berikut ini!.

Pagi-pagi  ketika kota Jogja masih dislimuti dingin dan ayam jantan masih tertidur melupaka majikannya yang sudah bangun minum teh hangat di teras. Tiga orang pemuda segera melepaskan diri dari kerumunan peserta yang sedang siap-siap menuju bus antar kota yang menunggu mereka di depan balai kelurahan Tegalrejo. Diantara kedua pemuda berpostur laki-laki dan berdandanan rocker  itu adalah peserta wanita yang ikut ditarik keluar dari rekan-rekannya. Mereka hendak menuju  tekape (TKP= tempat kami perkenalan…^_^) dengan mengendarai motor. Tentu mereka bertiga tidak mengendarai satu motor. Tolong, jangan berpikir konyol!  Otak mereka sehat walaupun sedikit kadang konslet (ampun, suhu dan kak Pia…!!!). Dengan dua motor, ketiga pemuda itu pergi melewati jalan-jalan kota yang masih renggang.

Setelah sampai di tekape, sebelumnya sekali lagi saya beritahukan, tekape bukan tempat kasus perkara ya, tolong dibaca ulang di atas…hahaha!. Ketiga pemuda tersebut bertemu pemuda-pemuda lain dari Palma di bawa pohon-pohon rindang depan kuburan para pastur.  Seperti dibakar oleh api lilin, mereka langsung melakukan aksi pertemuan yang luar bias (…hahaha, padahal biasa saja). Mereka saling bersalaman dengan erat-erat seperti saling meremas-remas tangan hingga kesendi-sendi tulang….Ah, itulah mereka, apalagi kalau bertemu dengan mas Moyo (uupsss…jangan menyebutkan nama, inisialnya Mr M). Ketemu Mr M dan rekan-rekannya langsung disambut dengan semangat bernyala-nyala, bayangkan di atas kepala ada lidah-lidah api dan penuh jiwa inspiratif (sedikit berlebihan ya….­hahah^_^). Kemudian mereka melakukan kordinasi, bagi tugas dan menentukan titik-titik eksekusi peserta (saya meminjam kata ‘eksekusi’ dari Mr M yang bersemangat mendorong rekan-rekan paroki untuk turun tangan membantu).
Tiga puluh menit dari pukul 07.30 pesert akan menuju seminari tinggi St Paulus, Kentungan. Mereka lebih banyak dari kami yaitu 30 sedangkan panitia 15 oran  yang sudah di lokasi mempersiapkan macam-macam. Di bantu seorang Frater dari situ, calon pastur dari seminari masudku. Namanya  frater Budi (inisialnya frater B..). sebenarnya ia sedang liburan jauh di kampung halama, Bantul, tetapi hanya ingin menemani jalannya acara dia bersedia datang.

Penerus kita choeee...!!!
Dari yang tidak kami perkirakan tapi cuma sedikit curiga akan terlambat ternyata peserta dan sebagian panitia datang lebih awal dari waktu acara 08.30. Dari bus peserta langsung diarahkan menuju aula yang berbentuk Joglo di tengah taman dan gedung seminari. Ini dia, saya beritahukan kepada anda sukalian. Acara belum mulai peserta sudah tampak ceria dan seperti menabur senyum di sana-sini untuk mengkait hati lawan jenisnya (hahaha…cuma sekedar menebak hati mereka, bolehkan…???) Ah, anggap saja mungkin karena mereka baru sarapan, begitu sajalah berpikir positif…hahaha. Peserta dan panitia langsung menempatkan diri masing-masing dalam aula. Ada yang cari tempat duduk yang paling wenak (pewe), ada yang sibuk gelar tikar lagi, ada yang menaruh sepatu/sandal  seperti masuk Mesjid dan ada pula yang lihat-lihat kanan-kiri mencari kalau ada pengintai. Iya, begitulah persiapan ringan yang terkesan berat tapi menyenangkan dan seru banget, pokoknya banget ( kata ‘banget’ yang kedua harus ditekan penuh semangat…hahah).

Ok, mulai dibabak ini saya akan bercita sedikit walaupun sudah banyak tadi…wkwkwk (tertawa saya diganti karena babak baru…wkwkw).  Suasana acara outbound kali ini dibuat rock N’ Roll walaupun yang pada akhirnya paling rocker, saya ( Iya gak…uhhh?). Tolong, simpan senyummu, bilang iya!…wkwkwkw.  Pemuda yang kerap kali dipanggil Suhu (inisialnya Mr Bowo) tampak tampil rocker tapi sekali lagi tidak melebihi aku dong…wkwkw. Dia menjadi MC sekaligus perancang acara dari awal sampai akhir.
 Entah pukul berapa tetapi sekitar pukul 09.00 lebih sedikit. Pemuda yang berinisial Mr Bowo langsung membuka acara. Maaf, saya pun dilibatkan di dalamnya, jadi MC (Cuci Mulut…wkwkw), saya dan Mr Bowo. Kami berdua berusaha memecahkan konsentrasi peserta akan rumah mereka. Bowo membuat suasana lebih rame dengan mengajak peserta dan panitia untuk bermain dengannya. Halaman dalam sekolah tinggi para calon pastur yang tadinya sepi kayak di kuburan menjadi berisik (padahal semua penghuni pada liburan). Apa lagi si MC membuat permainan yang sulit aku tirukan, iya, karena aku disuruh memberikan contoh bersama dia dan yang gagal pasti aku…kwkwkw. Setelah permainan satu selesai dibuatnya permainan lain.

Di tengah-tengah permainan yang seru dan asyik, ada seorang pemuda di suruh maju oleh pemuda berinisial Mr Bowo. Ia kemudian memberikan sambutan sebagai ketua panitia outbound ke-2 Omk wilayah II paroki St Albertus Agung, Jetis. Saat sambutan tahukah anda apa yang dia lakukan? Dia berdiri dan semua yang mengelilingi dia juga berdiri memperhatikan sambutannya sambil berputar-putar 180 drajat. Setelah berputar-putar dan berhenti lalu meneriakan St Florensiussss…..Rock N’ Roll dan semua peserta tertawa karena saat itu dia memang lucu habis.

Oiya, tahukah anda kalau dari mulai acara sampai memasuki sambutan ternyata belum diawali dengan doa (Oh, ampunilah hamba Tuhan!).  Untuknya, ada panitia (inisialnya W, ayo, coba tebak siapa dia?... wkwkw) segera berinisiatif menyuruh Bowo untuk berhenti lalu berdoa dulu. Nah, ada lagi yang perlu diceritakan, wagu memang tapi aku ceritakan saja. Setelah bermain, sambutan dan berdoa ternyata peserta belum diajak kenalan. Mengalir saja begitu sampai pada akhir acara barulah peserta, panitia dan tamu undangan pada kenalan. Iya, itu salah satu rundown acara yang boleh kami usulkan, perkenalannya diletakkan paling akhir acara semua…wkwkw. Ah, sebenarnya tidak disengaja.  MCnya  tidak ingat apa lagi saya dan rekan-rekan panitia yang lain, mungkin karena ngalir itu ya…Sebab sejak berangkat sudah semangat jadi lupa kenalan. Peserta sendiri sudah saling kenal dan biasa segera menyesuaikan diri dengan teman-temannya dan panitia (kren kan….?^_^) .

Sehabis berdoa diteruskan dengan cemilan supaya peserta terisi kalorinya lagi. Setelah kalorinya penuh, Mr M dan kawan-kawan mengambil alih acara. Terlebih dahulu Mr M mengabsen peserta satu persatu untuk masuk dalam kelompok. Lalu, kelompok-kelompok tersebut diberi waktu lima menit  untuk membuat iyel-iyel. Tidak ada perpanjangan waktu, Mr M langsung memanggil tiap kelompok untuk menyanyikan iyel-iyel kemudian dilepaskan menuju ke setiap post eksekusi.  Peserta berbaur panitia yang offduty melepaskan aula sambil menyanyikan iyel-iyel mereka supaya tetap semangat. Sampai halaman belakang yang banyak pohon-pohon dan depan kuburan pastur, perkelompok akan mengikuti outbound. Outbound telah disiapkan oleh teman acara dan kerja sama  teman2 PALMA (Putra-Putri Albertus Agung). 

Untuk membawa anda kecerita lain, mari lihat foto-foto berikut ini …. (sayangkan kalau foto2 dokumentasi Kuncoro tidak dilihat, Oiya, inisialnya Kunkun atau Coro…^_^)

Sekolah Seminari Tinggi St Paulus, Kentungan.
Peserta datang langsung bermain dengan MC Bowo
Caca Caca Cabu Caa....sambil ikuti garak setelah mc Bowo, ini sebagai contoh buat peserta.
Cari nama kelompok yang sulit untuk di ingat kelompok lain
Diminta cari nama kelompok tapi mereka mala berfose model grub vokal Korea, wagu shii....hahah^_^ 
Berpikir keras
Rebug sambil tanya-tanya kelompok lain ya...hahaha


Ya ya ya...kayamu bolehlah bisa buat temanmu tersenyum. Teruskan ya! ^_^
Maaf, saudaraku! dia tidak khotbah tapi sedang menjelaskan permainan berikutnya
Berusaha memperhatikan penjelasan mc Bowo tapi ada yang, ya tertawa sajalahh.. 

Mc berusaha menjelaskan lagi teknik permainan untuk yang kesekian kali tapi peserta tertawa saja
 Kapan mulainya, dijelaskan melulu.....
Sambutan Ketua Panitia
Berputar 180 drajat sambil memberi sambutan, maklumilah namanya juga Santo Rock N' Roll
 St Florensiussss....Rock N'Roll !!! teriakannya mendapat sambutan tepuk tangan walaupun kata peserta aneh dan lucu..hahah
Tuhan, ampunilah mereka berdoa terlambat setelah acara dibuka...hahahha
Dua cowok itu Perkap, sdng menjalankan tugasnya tapi cewek samping kanan Redy itu peserta dan yang muka rambut semua itu sekretaris panitia..hahaha.ya ya ya, kalau sudah di lapangan semua jadi perkap. 
MAs Moyo dan Weni...Weni sedang memperagakan bimoli seperti apa (bibir monyok lima mili...hahah)
Tante penjual cocart
Ngemil bersama
Laporan kepada komandan Hansip lalu nyanyi iyel-iyel
lari meninggalkan komandan karena iyel-iyelnya gagal dinyanyikan yang penting semangat
Tidak berhasil nyanyi iyel-iyel tetapi tetap percaya diri..pd lagi!!
Pusing ya lihat teman kalian tertawa sendiri...hahaha
Kelompok ini tidak boleh gagal iyel-iyelnya langsung diawasi komandan
Menuju pintu eksekusi
Di post pertama saja mereka sudah tertawa lalu yang lain gimana? (kalau dia memang sarafnya hanya untuk tertawa...hhah)
Hugo dan Budi ngeyel-ngeyelan yang lain dukung dengan tertawa saja...^_^
Sabar menanti giliran (pemuda paling belakang, Redy, ketua OMK Wilayah II yang ikut dieksekusi panitia acara)
Nah, ini penjaga postnya malah dangdutan kolpo...pie to? hahaha
Serius! (saat difoto, panitia itu langsung serius , jadi maaf, foto ini menipu anda...iya kan? haha)
Shoooooo.......!!! kemenangan untuk bersama
Chapex dheeeeeeeeeeeeee......itu muka kaca mata semua! ^_^
Karena belut di kampung halaman panitia acara pada migrasi jadi diganti busa, begitulah kira2! ^_^
Sebenarnya permainannya main rambut atau memindahkan busa to...gak jlass! ^_^
Jangan ditiru! kalau mau memberikan pake tangan jangan pake pundak ...Yogamar itu tidak memberikan contoh yang baik kepada adiknya. hahaah
Itu Icha ya...Kok, senyum2 asyik ya....? Emmm, bolehlah tapi jangan depan umum dong...!hahahaha
Ayo, siapa akan duluan sampe....!!!
Mas dan mbak itu tangannya dipake untuk saling memberikan beban busa dipundak kalian...
Amati temanmu baik-baik cara meremas yang baik untuk mendapatkan air keringat kita bersama...
Ngopo e bung...??? tulangmu mau keluar thoo..hahah

Mas Rendra dan nabi Rossa cari inspirasi permainan diantara rerumputan
Hatiku untukmu teman walaupun semacam balon  (wagu ^_^)
Periksa kakimu masih ada atau gak sebelum bertanding...
Sabar lagi menunggu giliran...
Kok, yang belakang nyosor kedepan yang depan biasa aja ya....emang dua orang di belang gayanya aneh.
Fose kemenangan kalian wagu tapi gak apa2 foto ini tetap dipajang...hahah ^_^
Upacara penyerahan sesajian sandal dan sepatu dipimpin Ki Hajar Saja Moyo
Dua spg hp dan tas...itu Tomi mau ikutan juga lho
Bukan pinang dibelah kapak tapi kapak dibelah pinang....trus ngopo? ^_^ (Dora dan mbak Reta) 
Badan mas Tete kepala mas Bowo jadi Tebo dan kawan2 pergi ke post berikutnya..
Maaf, kelakuan teman kami ini emang suka begitu,namanya saja MENCREEEETT...!!!^_

Siapa yang tidak bisa menjawab pertanyaan penjaga post akan basah? Pertanyaan mereka memang tdk masuk akal dan lebay, iya, lebay uhhh....mendingan dilempar air daripada pusing menjawabnya. Lihat, semua memilih basah kuyup dilepar air dari kelompok lain! Mereka yang melempar pasti akan basah kuyup juga karena tidak bisa menjawab. Ikuti adegan basah-basahan berikut !

Part 1  

Part 2
Kelompok yang paling sabar menerima basah dengan sabar karena basah itu berkah...^_^

Part 3
Semua pasrah  (Mas Dian paling depan, mantan ketua OMK Wilayah II)
Tidak ada yang boleh keluar dengan kering. Itu mas Yuda nafsu amat...hahah

Endingnya
Dek, Jangan tiru itu kakak2mu ya, Mereka itu memang masa kecilnya kurang bahagia ^_^

Adaaaaaaaaaaa.......saja yg sadar kamera, lihat itu Weni!
Lari Maraton
Idhiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...................apa shich?
Rebutan sandal,sepatu geratissss......mbaknya juga mau nyosor tho...?

Misa
Ada yang ngintip...itu Tiwi, ketahuan kamu!
Seorang Mpu di samping kiri sedang mendengarkan khotbah Romo Nunung.
Nglamun dia
Paduan suara dari mas Bowo diiringi mas Kuncoro, hanya mereka berdua koornya...hahah
Wah, kok satu romo...??
Ehhh, kowe yo doyan to Kun.......??Hahahaha ^_^
Siapa shiii............kok,kameramennya mau-maunya motret ini ???
Hobi saya nge-dence. Begini klo saya ng-dence....!!!
Hobi saya megang gitar, gini cara megang gita....hahaha
Foto bersama gitaris lokal
Fose "putri duyung" yang baru pulang dari benua Amerika langsung bergabung, Jenice (Mantan ketua OMK Lisathora)
Yang depan lucu yang belakang merusak...hahahah
Senyum lebar Mbak Minta meredam langit sendu.... hahaha ^_^ (Mantan ketua OMK Wilayah II stelah mas Dian)
Aku bingung menulisnya, pada ngapain ya....???
paling kiri Gigih sbg ketua Palma sedang perkenalan yang lain layar...hahahah ^_^
Kakak dan Adik, Frater Subi yang bibirnya maju dan frater Budi....hahahah^_^
Karena hari itu bertepatan dgn masa akhir dan penarikan setelah menjalani TOP di Paroki Jetis, dia diberikan kesemptan untuk bicara, supaya gak gelolah....hahah( padahl dia dipaksa bicara...^_^)
ASPAL, yang mana asli yang mana palsu....?
Setelah dapat upeti memberikan ucapan perpisahan 
Sayonaraaa.....!!!!
Sebenarnya fose yang kren itu patung di belakng mereka...iya gak? hahaha
Horeeee....semua bisa masuk kamera. Kapan main bersama lagi ya? ^_^


Cerita saya sampai di sini, semoga kita bertemu dilain kisah. Maafkan saya bila banyak kata-kata yang tertulis menyentuh kalbumu. Semoga yang membaca dan Pinokio diberkati Yesus Kristus...Amin! Berkah dalem...!!!