![]() |
| Proses kematian St Thomas rasul (sumber : Santo-santa) |
Seringkali orang mempunyai gambaran yang kurang adil terhadap rasul ini. Setiap kali namanya disebut, yang terbayang adalah seorang rasul yang tidak mau percaya. Thomas-yang disebut Didymus (artinya ‘kembar’)- seorang nelayan pembantu. Tidak seperti Petrus dan Andreas yang memiliki perahu sendiri. Thomas tidak memilikinya. Hidupnya selalu hampir kurang. Inilah yang membuat ia bersikap hati-hati, pessimis, dan cepat menyangka akan terjadi hal yang buruk. Namun demikian, ia berani. Ketika Yesus mendengar bahwa Lazarus meninggal dunia, Ia mau kembali ke Yudea ; padahal baru saja Ia hampir dilempari batu di sana. Sesudah pada rasul menahan Yesus, Thomas dengan lantang mengajak, “Ayo, kita pergi pula ! Biarlah kita mati bersama-sama dnegan Dia.” Thomas tak mau membiarkan Yesus pergi sendirian menantang bahaya. Thomas seorang yang terus terang, polos, dan tidak malu-malu menyatakan ketidaktahuannya. Ketika Yesus berpamitan pada perjamuan terakhir, Thomas bertanya jujur, “Kami tak tahu ke mana Engkau pergi ; jadi bagaiman kami tahu jalan ke situ.” Keraguan Thomas ini mengundang Yesus untuk menyingkap rahasia Tri Tunggal yang mendalam itu, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku. Kalau kamu mengenal aku, kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Sesudah dicekam kebimbangan, sedih, dan tidak percaya, “Sebelum aku melihat sendiri....dan mencucukkan ujung jariku.....” Maka ketika berjumpa dengan Yesus yang telah bangkit itu, Thomas spontan berseru, “Tuhanku dan Allahku !” Jawab Yesus kepada Thomas waktu itu tetap berkumandang sampai zaman kita, “Karena engkau telah melihat, Engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya !” Tentang karya kerasulan Thomas sesudah itu, kitab suci tidak menyebutkan apa-apa lagi. Juga tiada surat peninggalan Thomas yang sampai kepada kita. Menurut tradisi, Thomas menyebarkan kabar gembira ke arah timur dengan mengikuti jalan para pedagang, yaitu di Syria, Armenia, Persia, dan India. Di Mailapur, dekat Kota Malabar, India, makam Santo Thomas pasti sudah dihormati sebelum abad ke-6. Orang Kristen India Selatan percaya, bahwa Santo Thomas mentobatkan Raja Gondaphur dan bahwa mereka keturunan orang-orang Kristen abad pertama. Ia mati ditusuk tombak, yang sisanya ditemukan kembali sewaktu makamnya dibuka kembali ( 1523).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar