Total tayangan kami..

Kamis, 18 Agustus 2011

Wisata Rohani Warga Lisathora


Wisata Rohani Warga Lisathora 


Teman2 OMK Lisathora berfoto di halaman dalam Kraton Surakarta 

Walaupun sudah lewat tiga bulan tapi tidak mengurangi kenikmatan saudara-saudari mengetahui sedikit perjalan umat Lisathora sireng-sireng. Hari itu dalam kalender kami tertulis Buddha’s Day of Elinghtenment dan tanggal tersebut merah. Iya itu, tanggal 17 Mei’ 11. Ketika semua orang sedang menikamti liburan sedangkan umat Buddha yang sedang merayakan hari raya mereka, kami umat di Lingkungan St Thomas rasul punya gawe sendiri. Tentu berwisata rohani, seperti tahun-tahun yang lalu kalau ada uang kas yang cukup warga kami akan pergi berwisata rohani. Kali ini rute perjalanan wisata rohani ke Solo dan sekitarnya.

Kami berangkat dari depan gapura kampong Jatimulyo pukul 07.00 akan berangkat kearah mata angin, ke Solo. Warga Lisathora yang ikut hampir semua, kalau gak lupa 60 orang, dari orang tua, anak-anak  dan mudika (omk Lisathora). Cerita diteruskan lewat foto2 saja, semoga membantu kenikmatan anda minum teh. Sedikit foto2  yang saya dokumentasikan dengan kamera analog (Nikon FM 10 Film Lucky ASA 200) ini akan menceritakan sedikit dari perjalan panjang kami.

Doa Rosario bersama di....
Teman2 OMK Lisathora berfoto di halaman dalam Kraton Surakarta. Maaf, yang baju ungu didepan anda itu Bu Erni, Sekretaris lingkunga sedangkan depan teman2 omk itu istrinya Pak Seno, Pakling kami. Masukan area ini, kita diminta melepaskan sepatu sandal kalau pake sepatu tertutu diperbolehkan, alasannya tidak sopan di halaman rumah Raja Solo menggunakan sandal (kayak masuk kantor pemerintahan saja hahaha). 

Mas Wawan dan pacarnya setelah lihat2 Kraton Solo. Di sampingnya teman2 berjalan menuju pasar
Aku diajak mas Rio mampir ke tempat pembuatan Srabi di Solo, saat semua berpencar mencari oleh2 yang mau dibawa pulang.Kata mas Rio Srabi Notosuman itu terkenal yang tentu terletak di daerah Notosuman. Kami berdua naik becak ke daerah Notosuman.
Aku dan Mas Rio berhasil membawa pulang oleh-oleh ini setelah menunggu satu jam. Karena saat itu, banyak pesanan dan banyak yang beli.  
 
Perjalan terakhir mampir ke Sumber Air Mojosonggo, kami melakukan jalan salib di sini. Itu Tiwi, masa kecilnya tidak pernah main air jadi mata air yang keluar dari bawah sembilan batang pohon Mojo menjadi sasarn mainannya. Tolong, kalau punya anak sejak dini diperkenalkan air ya supaya tidak seperti dia, bukan minta berkat lewat air yang dipercaya membawa berkah mala dibuat mainan...hahah ^_^. Setelah dari sini kami pulang pukul 16.00, kalau gak lupa...hahah

NB : Sang penulis minta maaf karena penulisannya kurang lengkap, mohon di maklumi karena peristiwanya sudah lewat.
 
by: Sepi

Tidak ada komentar: